Salim Kancil Dianiaya Di Depan Anaknya

On 2015-10-06 by admin

Kasus Salim Kancil tengah hangat dibicarakan publik karena kegigihannya melawan keserakahan pejabat desa. Sebenarnya nama aslinya Salim tapi karena orngnya yng lincah, gesit dan cara bicaranya yang ceplas ceplos maka orang orang menambahkan kancil di belakang nama aslinya.

Berikut ini adalah kronologi penganiayaan terhadap Salim kancil yang dilihat langsung oleh anaknya, Dio.

Salim Kancil yang berusia sekitar 46 tahun adalah petani yang berani menolak adanya tambang pasir di desanya, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang, Jawa Timur. Salim kancil sempat dihajar secara kejam di depan anak bungsunya, Dio yang baru berumur 13 tahun, di halaman rumah mereka. Salim Kancil, kemudian tewas di hutan sengon dekat kuburan, tidak jauh dari rumahnya.
Ditemui di rumahnya, Dio bercerita, Sabtu tanggal 26 September 2015 lalu, di rumah hanya ada dia dan bapaknya, Salim Kancil. Sementara ibunya, Tijah, sedang mencari rumput di tegalan semak jauh dari rumah.

salim

Saat itu, kata Dio, bapaknya sedang mengeluarkan motor hendak pergi bersamanya untuk ikut demonstrasi menolak tambang pasir. Ketika itu, menurut Dio, sekitar pukul 07.30 WIB, rombongan sepeda motor menyerbu ke halaman rumahnya. Lebih dari 30 orang menghambur ke arah sang Bapak.

Menurut Dio, orang orang meneriaki, kemudian memukulinya dengan membabi buta. Tangan Salim dipegangi, dan kepalanya dipukuli pakai batu.
Dio saat itu mengaku sangat kalut dan hanya bisa menangis, lalu berlari ke arah samping menuju rumah pamannya. Dia berteriak memanggil pamannya untuk keluar.

Tapi kemudian, salah satu dari seorang preman kemudian meneriakinya agar tidak macam-macam.

“Kon ojo rame, tak pateni pisan (kamu jangan teriak, kubunuh sekalian),” kata Dio menirukan teriakan si preman.

salim kancil1

Dio mengaku hanya sanggup menangis melihat sang Bapak diikat tangannya ke belakang. Ia melihat bapaknya diimpit di motor untuk dibawa ke balai desa. Dio sempat mengejar hingga jalan raya, ia menangis sejadi-jadinya.

Kedatangan gerombolan preman dengan motor yang membawa Salim Kancil ke balai desa membuat anak-anak TK menangis histeris karena melihat kepala Sim yang penuh dengan darah. Di kompleks balai desa sendiri, terdapat empat kelas TK dan satu kelas PAUD.

Sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/15/09/29/nvfe45318-bocah-13-tahun-ini-menuturkan-cara-salim-kancil-dibunuh

Leave a Reply

You Might Also Like