Petani Tomat di Garut Protes Dengan Cara Yang Tidak Terpuji!

On 2015-08-23 by admin

Semua harga kebutuhan bahan pokok terus merangkak naik, sebagai ibu rumah tangga terkadang sampai bingung harus membelanjakan uang yang tidak seberapa untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Harga daging sapi yang tidak mau turun juga diikuti dengan harga ayam potong, begitu juga dengan harga cabe. Entahlah sampai kapan harga bisa turun lagi atau minimal normal.

Dan pengaruh harga ini berpengaruh pada semua kalangan terutama kaum cilik,  sungguh benar-benar malang nasib para petani di negeri ini. Ketika pasokan melimpah ruah dan Ketika semua kebutuhan pokok melambung naik, namun harga tomat justru menukik tajam.

Hal inilah yang dirasakan oleh petani tomat di kota garut, Jawa Barat. Para petani tomat di garut ini lebih memilih membuang hasil kerja kerasnya selama beberapa bulan itu dari pada harus menjual tomat mereka yang dihargai sangat murah yaitu Rp 200 per kilogram.

Sebagaimana yang tertulis dalam akun media sosial facebook milik Fikka Selfiana. Dalam statusnya, Fikka Selfiana bercerita bahwa hal ini bukan hanya kali ini saja terjadi, namun hal ini sudah seringkali terjadi karena murahnya harga tomat di pasaran. Padahal harga tomat di supermarket-supermarket harganya bisa sampai berkali lipat dibandingkan dengan harga yang diterima oleh petani tomat.

Para petani tomat melakukan hal ini karena untuk bisa menjual tomat dipasaran saja akan sangat membutuhkan banyak biaya seperti, biaya kuli dan biaya angkut. sementara pasar hanya menghargai sangat murah, tapi di supermarket-supermarket justru dijual dengan harga sangat mahal.

petani-di-garut-membuang-tomat-hasil-panen-di-selokan_20150812_235055

alam keterangan di foto tersebut, Fikka Selfiana mengaku terkejut. Dia mengira ada kecelakaan truk pengangkut tomat.

“Saat saya melewati jalan di Cikajang Garut, saya kaget qo banyak banget tomat berserakan, saya pikir udah terjadi kecelakaan truk pengangkut tomat.

Tapi tunggu … Qo hampir di sepanjang jalan ya tomat dimana2.

Kata suami saya yang emang udah 5taun tinggal di Garut, kejadian ini emang sengaja, alias para petani sengaja membuang hasil panen nya karena ternyata harga tomat kali ini cuma di hargain 200 perak per kilo nya.

Dan tau gak? Masih di kota yang sama di sebuah supermarket, harga tomat 200x lipat harganya.

Qo dibuang sih? Yaa kl ngejual keluar kan mesti ngeluarin biaya transportasi sedangkan harga jual cuma segitu.

Gak lama dari kejadian itu, saya dikasih sekresek tomat sama tetangga saya, katanya dia juga dapet kiriman dari sodaranya yang petani tomat.

Daripada sakit hati 1 keranjang besar cuma di hargain 600 perak, mending di bagi bagiin aja itung2 amal katanya.”

Sontak Postingan Fikka pun dibanjiri komentar dari sejumlah rekannya. Mereka menyayangkan kejadian tersebut, mereka juga berharap kepada pemerintah agar segera memberi solusi bagi para petani agar tidak membuang hasil panennya karena harga jualnya terlalu murah.

Ayo dong Pak Jokowi perhatikan petani!

 

Sumber : http://hello-pet.com/berita-gosip/101014

Leave a Reply

You Might Also Like