Mitos Tentang Baterai Smartphone

On 2015-08-20 by admin

Pengisian baterai pada smartphone adalah kegiatan yang paling sering kita lakukan saat baterai kita habis. Baterai yang merupakan salah satu komponen utama sebuah smartphone, tentu adalah sesuatu yang penting untuk kita jaga dan kita rawat agar performanya tetap baik dan maksimal. Dalam menjaga dan menjadikan baterai tetap maksimal ini kemudian berkembang banyak cara dan anjuran yang entah dari mana datanganya.

baterai

Source:http://i00.i.aliimg.com/photo/v0/60190783846_5/2015_Best_Promotional_Gift_Laptop_Battery_Charging.jpg

Beberapa diantaranya mungkin bisa jadi benar dan sesuai kenyataan, namun tak sedikit pula dari anjuran tadi yang keliru bahkan salah kaprah. Informasi yang simpang siur dan tidak jelas diduga menjadi sebab melekatnya mitos tentang cara pengisian daya baterai yang salah.

Terdapat berbagai mitos mengenai cara pengisian baterai yang keliru. Apa sajalah itu, kita lihat ulasannya yukk..

baterai1

Source:http://heresthethingblog.com/wp-content/uploads/2013/02/Set-your-Android-phone-to-daydream-while-it-charges.jpg

1. Isi daya baterai saat mau habis

Mitos tentang pengisian daya baterai smartphone adalah melakukannya saat daya baterai mendekati masa habis atau kosong. Mitos pengisian daya baterai smartphone ini berkembang di masyarakat karena sebuah alasan yaitu agar smartphone selalu dalam kapasitas aslinya. Ini memang pernah berlaku untuk baterai Ni-cad lama, tapi untuk baterai Lithium Ion modern sudah tak lagi berlaku. Mitos pengisian daya baterai mendekati masa habis atau kosong tantu tidak benar karena siklus pengisian seperti itu tak mempengaruhi kinerja baterai. Jika kita sering-sering mengisi baterai sebelum benar-benar habis pun tak akan merusaknya.

2. Baterai akan rusak apabila diisi semalaman

Malam hari memang waktu yang sering digunakan beberapa orang untuk melakukan pengisian daya baterai. Tubuh yang lelah dan butuh istirahat menjadi alasan mengapa smartphone sudah tidak dibutuhkan lagi. Maka melakukan pengisian daya merupakan pilihan sebagian orang terhadap smartphonenya di malam hari. Namun ternyata ada mitos yang menyatakan bahwa melakukan pengisian daya semalam bisa mengakibatkan baterai rusak? Benarkah demikian? Tentu saja hal ini tidaklah benar. Hal ini dikarenakan smartphone modern masa kini sudah memutus arus listik secara otomatis ketika baterai sudah terisi penuh, walaupun ia masih tersambung ke charger.

3. Baterai harus memakai charger bawaan

Alat pengisian daya baterai atau charger memang banyak ragamnya. Smartphone yang bisa di isi dengan charger selain charger bawaan ternyata membawa mitos tentang keburukan di dalamnya. Dikatakan dalam mitos ini bahwa seharusnya smartphone di isi dengan charger bawaan jika ingin kualitas baterai tetap terjaga dengan baik. Mitos ini tentu saja tidak benar. Beberapa charger berkualitas buruk memang bisa berbahaya buat smartphone. Namun bukan berarti Anda harus selalu memakai charger bawaan smartphone untuk mengisi baterainya. Apalagi jika smartphone Anda menggunakan Charger USB yang penggunaannya manapun bisa dipakai untuk mengisi jenis baterai smartphone apapun.

4. Jangan pakai ponsel saat sedang diisi

Menggunakan ponsel saat di charge menurut mitos smartphone yang di gunakan saat di charge atau diisi dayanya akan membuat performa baterai menjadi menurun. Mitos ini tentu saja salah, hal ini karena digunakan atau tidak, baterai smartphone akan terisi seperti yang seharusnya. Lagipula, smartphone kerapkali juga mengaktifkan dirinya sendiri secara otomatis ketika sedang di-charge, misalnya saat mengunduh update software lewat Wi-Fi atau sinkronisasi data. Jadi, jangan takut untuk memakai smartphone saat sedang diisi baterainya.

5. Bateraiharus diisi penuh sebelum dipakai

Mitos yang salah berikutnya adalah baterai yang harus diisi penuh sebelum diguanakan. Dengan baterai yang penuh memang bisa dengan leluasa menggunakannya dalam waktu yang lama. Namun jika terburu-buru dan tak sempat menunggu pengisian smartphone hingga penuh, maka tak perlu juga menunggu baterai hingga terisi 100 persen. Pengisian baterai smartphone yang tidak mencapai angak 100 persen tak akan berarti apa-apa. Bahkan, sebuah survei menyatakan bahwa sebenarnya baterai smartphone bekerja optimal ketika kapasitasnya berada di angka 40 persen hingga 80 persen. Buktinya baterai smartphone diisi setengah penuh dari pabrik saat pembelian pertama berlangsung.

Nahh, sudah tahu kan benar dan salahnya? Semoga membantu ya..

Leave a Reply

You Might Also Like