Koruptor Gembira, KPK Tanpa Pimpinan!

On 2015-11-27 by admin

Para pejabat yang melakukan korupsi semakin hari semakin merajalela. Mereka seperti tanpa jera melakukan tindakan yang sangat merugikan bangsa dan negara ini. Tentu hal ini sangat meresahkan rakyat Indonesia.

Padahal sudah banyak contoh koruptor koruptor sebelumnya mendekam di dalam dinginnya lantai penjara. Namun tampaknya ini tidak membuat mereka jera.

Sikap yang ditunjukkan oleh Komisi III DPR yang terlihat nampak mengulur-ulur waktu pemilihan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menuai kritis keras. Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Din Syamsuddin meminta pemilihan jangan sampai terhambat dan menjadikan lembaga antikorupsi itu vakum kepemimpinan.

kpk

Source: beritasatu.com

Menurutnya bila kepemimpinan KPK vakum sehari saja, hal tersebut akan membuat gembira para koruptor. Ia menambahkan jangan sampai proses bertele-tele dan terhambat justru saat deadline. Sebab sehari saja pimpinan KPK vakum, maka itu merupakan kegembiraan bagi para koruptor.

Mengapa bisa demikian? hal ini dikarenakan para koruptor melihat dalam memilih pimpinan lembaga yang akan menindak mereka, menangkap mereka saja tidak kompak. Sementara, mereka bisa kompak melakukan serangan balik. Ini memprihatinkan.

Menurut Din lagi, bila memang ada keberatan dengan calon-calon yang tidak mewakili unsur jaksa dan lainnya, maka seharusnya hal itu dipermasalahkan sejak awal. Bukannya mempermasalahkan ketika sudah mendekati tenggat waktu.

Karena hal ini justru akan mengesankan DPR menghambat KPK. KPK itu sangat diharapkan kiprahnya oleh rakyat, maka jangan sampai DPR dinilai menghambat. Dia menambahkan juga, saat Pansel Calon Pimpinan KPK bekerja, dirinya pernah diundang untuk memberi masukan.

din syamsudin

Source:  rmol.co

Din menyarankan agar syarat utama bagi calon pimpinan KPK adalah punya integritas moral. Kemudian yang kedua dia orang yang sudah tidak punya kepentingan lagi mencari kekayaan, jabatan, penghargaan dan sebagainya, karena masalahnya sendiri sudah selesai. Dia hanya akan total bekerja untuk negara, bekerja keras dalam memberantas korupsi dan membangun sistem yang mencegah korupsi.

Dari 1.500 responden, hanya 19,9 persen yang menyatakan calon pimpinan KPK harus ada yang berasal dari kepolisian dan yang menyatakan harus ada unsur kejaksaan hanya 26,4 persen. Semntara sisanya mngharap bukan dari unsur keduanya.

Sumber : berita.suaramerdeka.com

Leave a Reply

You Might Also Like