Inilah Penyakit Hikikomori Yang Melanda Kaum Produktif Jepang

On 2015-07-20 by admin

Hikikomori dalam  arti harfiah: menarik diri, mengurung diri) adalah istilah Jepang untuk fenomena di kalangan remaja atau dewasa muda di Jepang yang menarik diri dan mengurung diri dari kehidupan sosial. Istilah hikikomori merujuk kepada fenomena sosial secara umum sekaligus sebutan untuk orang-orang yang termasuk ke dalam kelompok sosial ini.

Menjadikan kamar sebagai dunianya. Mereka menarik diri dari lingkungan, atau dalam Bahasa Jepang: hikikomori.

Secara bertahap, Hide memutuskan komunikasi dengan orang lain, pertama dengan teman-temannya, lalu orang tuanya. Sehari-hari, ia hanya tidur, dan bila terjaga, ia pasti sedang menonton televisi.

130712-Orang-Jepang-Banyak-Terkena-Penyakit-Hikikomori

sumber : http://hello-pet.com/berita-gosip/84564

Seperti dilansir hello-pet.com, Rata-rata, penderita Hikikomori di Jepang adalah anak-anak lelaki muda, yang berusia produktif. Sampai saat ini, angka penderita Hikikomori mencapai 1 juta orang, dan terus bertambah. Tentu saja, hal ini begitu membingungkan bagi para psikolog serta ahli kesehatan mental. Bahkan, ada salah satu penderita Hikikomori yang sudah 3 tahun tidak keluar rumah, karena dia begitu malu pernah gagal di sekolah serta merasa begitu ditekan oleh keluarganya.

Penderita Hikomori ini akan duduk tenang dikamar, sambil makan, tidur, browsing online, membaca, yang jelas tak pernah keluar dari rumah. Jangankan keluar rumah, keluar dari kamar tidurnya saja begitu jarang. Fenomena Hikokomori ini masih terus diselidiki untuk dicari tahu apa penyebab sesungguhnya.

Pemicunya ada beragam. Bisa karena nilai sekolah yang jelek atau patah hati. Atau tak kuat dan tak mampu menanggung harapan serta tuntutan besar orang tua dan masyarakat.

Namun, penarikan diri berakar dari trauma. Dan kekuatan sosial bisa membuat mereka makin lama berada di dalam kamar.

Screen-Shot-2015-07-12-at-8.05.40-PM

sumber : http://hello-pet.com/berita-gosip/84564

Mungkin orang akan menganggap hikikomori itu sama dengan otaku. Namun sebenarnya berbeda. otaku adalah orang yang memiliki minat atau hobi yang berlebihan sehingga mereka mengabaikan kegiatan yang lain, tapi mereka masih berinteraksi dengan keluarga atau tenyan di dunia nyata. Seperti penggemar komik yang berlebihan, atau orang yang suka dengan model kit secara berlebihan. Namun semua hikikomori itu otaku, karena pelarian dari beban mereka adalah dengan memfokuskan diri pada hal yang mereka sukai agar mereka tidak teringat akan sakitnya pergaulan sosial itu.

Screen-Shot-2015-07-12-at-8.05.12-PM

sumber : http://hello-pet.com/berita-gosip/84564

Walau para hikikomori tidak memiliki teman di dunia nyata tapi mereka memiliki jaringan para hikikomori didunia maya. Kegiatannya? tentu saja berbagi informasi tentang game yang baru release, atau ada anime baru, atau tentang artis cantik yang menjadi idola remaja. dan mereka berinteraksi tanpa pernah bertemu satu sama lain.

Mungkin Fenomena ini belum banyak ada di Indonesia, namun kita perlu mewaspadainya mulai dari sekarang. Menjaga interaksi yangbaik dengan keluarga juga merupakan usaha pencegahan, keterbukaan satu sama lain, support, serta mau mendengarkan merupakanbantuan yang tepat bagi orang terutama dalam keluarga kita supaya mereka tidak semakin tertekan hingga ahkirnya terjerumus ke hal-hal negatif.

 

Leave a Reply

You Might Also Like