Indonesia Harus Waspada Terhadap ISIS

On 2015-11-18 by admin

Serangan teror di Paris, Jumat lalu mau tak mau membuat kekhawatiran juga di negara lain termasuk Indonesia. Dan Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) lah yang mengaku sebagai pelaku serangan tersebut.

Al Chaidar seorang pengamat Terorisme yang berasal dari Universitas Malikussaleh, Aceh, mengatakan serangan teror yang terjadi di Paris dapat memberikan inspirasi bagi kelompok teroris yang ada di sejumlah negara termasuk negara tercinta kita Indonesia.

Menurutnya aparat keamanan harus mewaspadai dan mengambil langkah serius mengenai hal ini. Saat ini jumlah simpatisan ISIS di Indonesia sangat banyak bahkan ada sekitar 611 warga negara Indonesia yang berlatih di Suriah dan beberapa sudah pulang dan itu sangat berbahaya.

Dia menilai selama ini tingkat penjagaan keamanan yang dilakukan aparat keamanan Indonesia masih sangat lemah dan jumlah aparat keamanan yang ada juga sedikit. Ia juga mengungkapkan ada delapan kota yang berpotensi besar jadi lokasi serangan ISIS yaitu Jakarta, Surabaya, Lombok, Balikpapan, Medan, Tanggerang, Depok dan Bekasi. Daerah-daerah tersebut lanjutnya merupakan basis radikalisme.

isis

Source:hello-pet.com

Bukan hanya di Indonesia, bom yang terjadi di Paris ini menurut Al Chaidar juga akan memberikan inspirasi bagi kelompok ISIS yang ada di negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Filipina Selatan dan Thailand.Sementara Singpura, Malaysia dan Brunei Darussalam akan lebih terjaga.

Di ketiga negara itu tambahnya memang banyak simpatisan ISIS dan ada yang telah pergi juga ke Suriah tetapi di negara-negara itu sudah menerapkan aturan yang ketat terhadap kelompok radikal ini sehingga gerak gerik mereka tidak bisa sebebas di Indonesia, Thailand dan Filipina.

Al- Chaidar juga menyayangkan langkah pemerintah yang terkesan membiarkan gerakan-gerakan keagamaan atau kelompok intoleran tumbuh subur di Indonesia, padahal menurutnya itu bibit awal untuk menjadi radikal.

Lebih lanjut Al Chaidar menyatakan pemerintah harus mengambil langkah yang serius terhadap gerakan-gerakan keagamaan yang radikal. Dengan munculnya bom Paris ini, Indonesia harus berfikir ulang untuk menghasilkan produk-produk hukum yang lebih serius, membuat daftar organisasi terlarang yang terdiri dari organisasi teroris dan organisasi intoleran. Kemudian harus memberlakukan bahwa organisasi terlarang harus ditegakan peraturan bahwa mereka tidak boleh eksis di Indonesia, pengurusnya harus dipantau atau diproses hukum.

Sementara itu Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan akan melakukan peningkatan keamanan di objek-objek vital seperti kedutaan. Peningkatan ini dilakukan untuk mengantisipasi teror pasca terjadinya ledakan di Perancis.

Sumber : voaindonesia.com

Leave a Reply

You Might Also Like