Gempa Nepal Hukuman Tuhan? Ini Alasannya

On 2015-08-04 by admin

Gempa yang terjadi di Nepal, kota Kathmandhu beberapa waktu yang lalu membuat ribuan orang tewas seketika akibat gempa berkekuatan 7,9 SR dan beberapa kali gempa susulan. Badan Survei Geologi AS semula menyatakan gempa berkekuatan 7,5 Skala Ritcher, namun kemudian menaikkan tingkatannya hingga 7,9 SR.

Gempa tersebut juga memporak-porandakan daerah ibu kota Kathmandu dan kota Pokhara, Nepal. Selain itu para pejabat mengatakan gempa tersebut telah merusak banyak bangunan bersejarah.

Kathmandu adalah ibukota Nepal yang berpenduduk 3,2 juta orang. Kota tua ini terkenal dengan karena banyaknya kuil dan istana Buddha dan Hindu, kebanyakan dibangun pada abad ke-17. Bangunan-bangunan ini banyak yang hancur akibat gempa bumi dan polusi. Di lembah ini terdapat tujuh Warisan Dunia UNESCO dan semuanya kini sudah rata dengan tanah.

terungkap-sebelum-gempa-warga-nepal-bunuh-ribuan-hewan.jpg-riyad-hellopet.jpg-2

Beberapa waktu lalu sebelum terjadinya gempa, di Nepal diadakan upacara pembantaian hewan terbesar di dunia dengan tujuan untuk dipersembahkan kepada dewa-dewa mereka. Jutaan pemeluk agama Hindu berduyun-duyun mendatangi lokasi upacara yang digelar tiap lima tahun sekali di Kuil Gadhimai, Dewi Kekuatan, di Bariyarpur, Nepal, yang berbatasan dengan India.

Lebih dari 250.000 hewan dibariskan untuk dilakukan pembantaian masal di upacara keagamaan Nepal. Kerbau, burung, dan kambing dikorbankan untuk menyenangkan para dewa pujaan umat Hindu tersebut.

Aksi ini dimulai sebelum fajar, sekitar pukul 03:00 waktu setempat. Selama festival, ribuan orang menghadiri jalan-jalan di Nepal. Umat Hindu mengalungi hewan mereka dengan secarik kain merah, ini artinya hewan tersebut akan dikorbankan untuk Dewa mereka.Sebelum persembahan, orang-orang Hindu mandi bersama-sama dengan hewan mereka untuk memastikan kebersihan hewan tersebut sebelum ritual. Matahari perlahan terbit di cakrawala dan pengorbanan pun dimulai di tepi sungai. Sebelum pengorbanan, binatang diberikan nasi dan dupa dan kemudian sang algojo dengan cekatan memotong kepalanya. Satu jam setelah ritual dimulai, tepi sungai dicat merah. Setelah upacara, masing-masing anggota keluarga yang membawa hewan berdiri di genangan darah panas, sehingga memperoleh restu dari sang dewi.

terungkap-sebelum-gempa-warga-nepal-bunuh-ribuan-hewan.jpg-riyad-hellopet

Festival tersebut diakhiri dengan ritual membunuh 5.000 kerbau di sebuah lapangan dekat kuil tersebut. Ritual itu selesai dilakukan selama dua hari. Hewan-hewan yang dibunuh tidak untuk dikonsumsi, melainkan untuk dijadikan sesajen bagi dewa-dewa pujaan mereka.

Terakhir kali upacara ini dilakukan pada tahun 2009 dan lebih dari 250 ribu hewan seperti kerbau, burung dan kambing disembelih saat itu. Organisasi hak-hak hewan PETA melakukan kampanye untuk menghentikan praktik tersebut karena dinilai mengerikan.

Kepala ribuan hewan ini dibuang begitu saja di dalam lubang raksasa, sementara kulit dan isi tubuh mereka dijual ke pedagang-pedagang lokal.

terungkap-sebelum-gempa-warga-nepal-bunuh-ribuan-hewan.jpg-riyad-hellopet.jpg-3

Ritual ini dipercaya merupakan bentuk pembantaian hewan terbesar di dunia, dan telah menjadi subyek aktivis pecinta hewan agar segera dihentikan. Masalahnya, pemerintah lokal pun tidak berwenang menghentikan aksi ini karena ritual tersebut sudah berlangsung selama 260 tahun.

Menurut Yogendra Pulai, Asisten Administrasi Distrik Bara, Ritual ini berhubungan dengan keyakinan seseorang, pihak tertentu tidak begitu saja bisa masuk dan melarangnya karena itu merupak bentuk pelanggaran hak asasi.

Namun, kenyataannya apa yang dilakukan oleh mereka malah mengundang bencana bagi mereka. Mereka mengira perbuatannya bisa membuat dewa mereka senang, tapi justru sebaliknya, Allah menurunkan bencana berupa gempa yang menelan ribuan korban jiwa.

Kemana dewa-dewa pelindung mereka disaat terjadi bencana? Tuhan-Tuhan mereka tidak mampu mencegah bencana tersebut. Bahkan Tuhan-Tuhan mereka tidak berkuasa sama sekali atas apa yg dikehendaki oleh Rabb Semesta Alam. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan-Tuhan yang selama ini mereka sembah tidak lain hanyalah kedustaan belaka!!

Ketahuilah bahwa menyembelih sesuatu untuk selain Allah adalah termasuk perkara kesyirikan. Apa yg telah mereka lakukan sama halnya dengan apa yg dilakukan oleh orang2 di zaman Jahiliyah dulu. Mereka menyembah tuhan2 selain Allah dan menyembelih kepada selain Allah. Allah murka atas apa yg telah mereka lakukan, dan menurunkan bencana untuk mereka.

Sumber : http://hello-pet.com

Leave a Reply

You Might Also Like