Gaya Berhijab Dari Waktu Ke Waktu

On 2015-08-10 by admin

Dahulu kata hijab masih belum dikenal di masyarakat umum Indonesia, maka bagi mereka yang mengenakan kerudung, disebut mengenakan jilbab. Perkembangan hijab ini diketahui termasuk lambat dibanding perkembangan fashion secara umum di Indonesia. Hijab di tahun 1980an masih sangat terbatas yang mengenakannya, bahkan pernah ada larangan bagi instansi pemerintahan dan anak sekolah untuk berkerudung di sekolah umum. Banyak pihak yang masih memandang sebelah mata pada mereka yang berkerudung karena dianggap kuno dan fanatik.

Kemudian pada sekitar tahun 90an wanita berhijab dan berbusana muslimah mulai mendapatkan tempat di dunia fashion Indonesia. Hal itu dengan mulai hadirnya pelaku fashion yang mendesain dan memproduksi baju khusus kaum muslimah yang selain mengikuti syariat agama tapi juga mengikuti mode. Kemudian menyusul juga mulai lahirnya brand-brand lain sehingga banyak bermunculan produk busana muslimah dengan desain yang modern dan punya nilai estetika yang baik. Sehingga mulai digemari dan bisa mendorong kaum muslimah untuk berbusana sesuai dengan identitasnya sebagai seorang muslimah.

inneke

Source:http://4.bp.blogspot.com/-8SpeN_9sO_s/UwjbPxdiVAI/AAAAAAAAAhs/okkJ8NVBB1k/s1600/Gaya+Hi

Pada tahun 2000an gaya berbusana muslimah lengkap dengan hijabnya pun akhirnya benar-benar diterima oleh masyarakat luas. Kini lihat saja di mall-mall, banyak muslimah yang percaya diri dan tidak ragu untuk tampil penuh gaya dengan berhijab, pun mereka yang bekerja sebagai professional, baik yang berkarir maupun pelaku bisnis, semua seperti berlomba untuk tampil setrendi mungkin dengan hijabnya. Sungguh fenomena yang mendamaikan hati.

Tahun 2002an tren hijab masih menggunakan kerudung paris segi empat biasa saja, dengan satu peniti saja dibawah dagu. Yap.. satu peniti dibawah dagu, model yang paling sangat sederhana untuk penggunaan hijab. Saat itu siswi sekolah berpenampilan sama, karena memang tren hijab belum terlalu berkembang saat itu. mungkin sekalipun style telah berkembang penggunaannya masih sulit, seperti penggunaan jarum pentul dimana-mana, model kembang-kembang besar dan bros besar, sehingga banyak anggapan penggunaan hijab itu sulit.

hijab-jilab-fatin-saat-sekolah

Source:http://2.bp.blogspot.com/-7oI2Aaqk4Co/Ub6mj10EjyI/AAAAAAAADfk/WsHW-ruVC44/s1600/hijab-jilab-fatin-saat-sekolah.jpg

Setelah itu mulai bermunculan daleman kerudung tahun 2008an yaitu ciput arab, mulai dari situ tren hijab mulai berkembang. penggunaan ciput arab saat itu mulai ikut menjadi proses tren hijab sampai seperti era tren saat ini, karena saat pertama ciput arab beredar dipasaran belum banyak siswi di sekolah saya memakai daleman kerudung tersebut.

Model hijab pun tak kalah ikut berkembang. Yang tadinya hanya menggunakan daleman topi saja, atau satu peniti dibawah dagu. Sekarang penggunaan krudung paris mulai menggunakan satu pentul di sisi kanan, maupun disisi kiri. Penggunaannya pun simple dan bisa membuat kita menjadi tidak monoton dalam berbusana. Setelah lama tren ini beredar, munculah tren dalaman ninja, dalaman ninja ini mulai sangat membantu penggunaan shawl atau pashmina.

20140721_165645_hijab-selebriti

Source:http://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/20140721_165645_hijab-selebriti.jpg

Kemudian kini akhirnya hijab berkembang menjadi sesuatu hal yang sangat dinamis, artinya membuat wanita-wanita muslimah tidak hanya menampilkan sisi style sebuah hijab, tapi tetap pada penggunaan yang syar’i dan pastinya tetap mengikuti perintah Allah untuk menutup Aurat. Gaya hijab yang penuh warna dan penuh kreasi adalah hijab dalam 3 tahun terkhir ini. Terutama anak muda yang senang dengan gaya baru yang fashionable. Gaya hijab saat ini tidak hanya bermain dengan kreasi tapi juga dengan pakaian yang beraneka ragam.

Nahh, untuk para pengguna hijab, apapun model pakaian yang kalian pilih, pastikan pada niat awal untuk menutup aurat. Apakah benar-benar untuk melaksanakan kewajiban atau hanya untuk mengikuti tren semata.

Leave a Reply

You Might Also Like