Cinta Ayah Kepada Anaknya yang Buta

On 2015-07-30 by admin

Cinta kasih seorang ayah ke anaknya sama halnya seperti cinta kasih yang diberikan seorang ibu. Kasih sayang seorang ayah juga tak kan tergantikan.

Bagi seorang ayah anak adalah segala-galanya, anak merupakan sumber kekuatan dalam hidupnya dan juga semangat dalam hidupnya. Ayah bekerja keras untuk bisa menghidupi anak-anaknya dengan layak.

kisah mengharukan ayah dan anak

http://4.bp.blogspot.com/-Pnuk7VXMRLk/TtNmWTHlpFI/AAAAAAAAADA/6cAAEhkjymU/s1600/Picture1.jpg

 

Bagaimana pun keadaan sang anak, baginya seorang ayah anak adalah orang yang harus ia cintai dan sayangi dengan sepenuh hati. Meskipun keadaannya tidaklah sempurna, tetapi bagi seorang ayah anaknya tersebut tetaplah sempurna. Bahkan ketidaksempuraan yang dimiliki oleh anaknya tersebut akan membuat seorang ayah menjadi lebih sempurna.

Ayah akan melakukan apapun demi sang anak yang dicintainya. Ia rela bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhan anaknya. Lelah dan lapar yang dirasakannya pun tidak pernah ia hiraukan sama sekali dan hal tersebut ia lakukan demi sang anak yang dicintainya. Baginya kebahagiaan anak adalah hal paling penting dibandingkan dengan kebahagiaan dirinya sendiri. Oleh sebab itulah, ia akan mengusahakan segala cara demi kebahagiaan anaknya. Apapun pasti akan dilakukan oleh sang ayah demi kebahagiaan anaknya, meskipun cara yang dilaluinya tidaklah mudah.

Kebahagiaan sang anak adalah kebahagiaan untuk dirinya. Kesedihan yang dirasakan oleh sang anak pun merupakan kesedihan bagi dirinya. Hidup sang anak adalah hal yang paling penting untuk dirinya. Setiap ayah berharap kelak anaknya bisa tumbuh menjadi seorang anak yang kuat dan mandiri. Karena seorang ayah merasa bahwa dirinya tidak akan selamanya hidup dan mendampingi anaknya, karena hal itulah ia akan mendidik anaknya sedini mungkin untuk mempersiapkan semua itu.

Seperti sebuah cerita yang membuat kita meneteskan air mata, cerita yang menggambarkan kehidupan ayah dan anak perempuannya yang buta. Bagaimana perjuangan seorang ayah untuk membuat anaknya tersebut lebih mandiri.

Bagi sang ayah, anaknya tersebut adalah segalanya. Sang ayah akan merawat anaknya selama dirinya masih mampu. Sang ayah merasa takut bahwa dirinya akan meninggal dan ia pun mengkhawatirkan keadaan anaknya yang buta tersebut.

Karena ingin membuat anaknya mandiri dan tidak selalu bergantung kepada dirinya, akhirnya sang ayah pun menyuruh anaknya untuk pergi ke sekolah sendiri. Namun tanpa sepengetahuan sang anak, sebenarnya sang ayah mengikutinya dari belakang hingga anaknya sampai di sekolah.

Sang ayah pun meminta kepada seorang pengajar di sekolah anak-anak normal agar anaknya yang buta bisa belajar di sana. Dan ayah tersebut meminta pendidikan anaknya disamakan dengan anak-anak yang lainnya. Alasan sang ayah menyekolahkan putrinya di sekolah tersebut karena ia ingin anaknya hidup bermasyarakat dengan orang lain. Sang ayah pun ingin anaknya hidup mandiri saat dirinya meninggal nanti.

Pada suatu hari, kegiatan belajar mengajar di sekolah pun telah selesai. Sang anak merasa bahwa ayahnya tega karena membiarkan dirinya yang tidak bisa melihat pulang sendiri. Namun sebenarnya ayahnya tersebut menjemput ke sekolah, tetapi tanpa sepengetahuan sang anak.

Karena merasa kesal kepada ayahnya, sang anak pun marah dan mengatakan bahwa dirinya tidak ingin lagi pergi ke sekolah. Ia merasa bahwa sekolah tersebut bukanlah tempat yang tepat untuk dirinya. Mendengar apa yang dikatakan anaknya, sakit ayahnya pun kambuh. Entah apa yang terjadi selanjutnya, yang jelas sang ayah mengatakan bahwa dirinya sangat mencitai anaknya tersebut. Dan harapan dari ayahnya hanya ingin anaknya tetap hidup di dunia ini meskipun ayahnya tidak bisa merawatnya lebih.

Bagaimana cerita di atas? Berikan komentarmu.

 

Leave a Reply

You Might Also Like