Berkat Sidak Jokowi, Banyak Kementerian yang Harus Diperiksa Polisi terkait Kasus Bongkar Muat Pelabuhan Tanjung Priok

On 2015-08-02 by admin

Ir. H. Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi adalah Presiden ke-7 Indonesia yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014. Ia terpilih bersama dengan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014.

Ternyata dalam pemerintahannya Presiden Jokowi melewati banyak sekali tantangan yang datang dari berbagai sektor. Mulai dari beragam kebijakan, hingga naiknya harga BBM yang berimbas kepada naiknya harga kebutuhan pokok.

Walau banyak sekali yang menghujat dan menyesal telah memilih mantan Walikota Solo dan mantan Gubernur Jakarta itu, namun tak sedikit yang yang masih optimis akan kinerja sang Presiden.

Salah satunya adalah gebrakan Jokowi yang berkaitan dengan pelabuhan Tanjung Priok. Sejak ada aroma korupsi dalam kasus lamanya proses dwelling time Pelabuhan Tanjung Priok, maka Polda Metro Jaya segera bertindak cepat. Menurut Kepala Bidang Humas PMJ Komisaris Besar M. Iqbal ada tiga tahapan dalam melakukan bongkar muatan di Pelabuhan Tanjung Priok. Ketiga tahap tersebut dijadikan acuan pihak kepolisian untuk menelusuri kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi di pelabuhan.

Tiga tahap tersebut yakni pre clearence, costum clearence dan post clearence. Dari tiga prosedur tersebut, penyidik menyatakan akan memfokuskan pemeriksaan di tahap pre-clearance. Saat ini penyelidikan dikonsentrasikan pada tahap pre-clearence lantaran banyaknya kementerian dan lembaga yang berpusat di sana. Karena itu, indikasi pelanggaran sangat besar terjadi di tahap tersebut.

kasus-korupsi-dwelling-time-polisi-periksa-dirjen-daglu-kemendag

Ternyata proses dwelling time itu melibatkan banyak kementerian. Setidaknya ada 18 kementerian dan lembaga (KL) yang terlibat dalam perizinan di sana. Namun memang yang mendominasi adalah Kementerian Perdagangan. Selain itu ada sekitar 114 perizinan yang beredar di proses pre-clearence dan melibatkan 18 KL. Namun khusus untuk Kemendag, kementerian yang dipimpin oleh Rahmad Gobel tersebut, mendominasi dengan 38 persen perizinan.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya bahwa sampai dengan saat ini penyidik telah menyelidiki Kemendag dan menghasilkan tiga orang tersangka dari sana. Ketiganya adalah Partogi Pangaribuan, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, serta IM dan M selaku pegawai Ditjen Daglu. Satuan tugas khusus (satgassus) saat ini fokus untuk menyelidiki 18 KL yang terlibat itu. Tidak menutup kemungkinan belasan KL tersebut akan dimintai keterangan oleh penyidik. Jika penyidik butuh keterangan pasti semua kementerian terkait tersebut akan diminta sebagai saksi. Minimal 18 KL tersebut akan dimintai keterangan.

Seperti diketahui sebelumnya kalau Presiden Jokowi marah besar ketika sidak ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu 17 Juni 2015. Jokowi marah lantaran menemukan tak ada perubahan sejak pertama kali dia datang ke pelabuhan itu, beberapa bulan lalu.

Kemarahan itu dimulai ketika semua yang mendampinginya pada saat sidak, seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo, Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Jorge Lino, dan seorang pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan tak memberikan jawaban yang dia inginkan.

Pada saat berada di ruang pantauan terpadu, Indroyono memaparkan mengenai waktu tunggu dan bongkar muat barang atau dwelling time kepada Jokowi. Ternyata dwelling time itu masih sangat lama. Sehingga Jokowi menanyakan apa yang membuat dwelling timenya sangat lama..

Jokowi sudah menanyakan hal yang sama sebanyak delapan kali, namun jawaban tak kunjung dia dapatkan. Hal inilah yang membuat dia marah besar dan tiba-tiba mengajak kementerian atau lembaga terkait itu untuk rapat mendadak di kantor Pelindo II.

Dalam rapat itu, Jokowi marah besar kepada mereka. Jokowi menekankan bahwa dia ingin pelayanan secepat-cepatnya dan tak ingin ada lagi waktu tunggu kapal yang terlalu lama.

Jokowi Hebat, Kita tunggu gebrakan gebrakan Beliau selanjutnya.

Sumber : http://hello-pet.com

Leave a Reply

You Might Also Like