BPJS Kesehatan Minta Dana cadangan Segera Dicairkan

On 2015-10-16 by admin

Memang tidak dapat dipungkiri dengan adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) masyarakat menjadi sangat terbantu. Mereka yang sakit dan tidak memiliki biaya, diperbolehkan mendaftar dengan syarat tiap bulan harus membayar premi menurut kelas yang di ambil.

Dengan semakin membanjirnya peserta, BPJS Kesehatan meminta kepada pemerintah agar dana cadangan pembiayaan sebesar Rp 1,54 triliun untuk segera dicairkan. Hal tersebut terpaksa dilakukan guna menyelematkan pembiayaan kesehatan BPJS Kesehatan yang saat ini tengah berada diambang krisis. Anggaran tersebut terus mengalami penyusutan akibat membludaknya para peserta BPJS yang sedang menderita sakit.

Berita-Terkini-Kemelut-Di-BPJS-Kesehatan-Apakah-Defisit-Dilahirkan-Untuk-BPJS

Source:http://www.newsth.com/ruptik/wp-content/uploads/2015/10/gif

Melalui wakilnya, menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, mendesak Komisi XI untuk menyepakati perubahan status dana cadangan pembiayaan tersebut menjadi dana pembiayaan agar dapat segera dicairkan.

Menurutnya dalam rapat dengan Komisi XI di DPR, Jakarta, kamis kemarin, sesuai dengan perkembangan BPJS Kesehatan terjadi gangguan dalam pembiayaan. Kalau Rp1,54 diubah menjadi pembiayaan, pemerintah bisa memberikan uang cash untuk menjaga kualitas pelayan BPJS kesehatan.

Ketua Komisi XI DPR, Fadel Muhammad saat membacakan kesimpulan Raker Penerimaan dan PMN 2016, menyetujui usulan perubahan cadangan pembiayaan BPJS Kesehatan senilai Rp 1,54 triliun menjadi pembiayaan pada APBN-P 2015.

Melalui rapat dengan Menteri Keuangan, Menteri Kesehatan dan BPJS Kesehatan. Komisi XI meminta pembahasan lebih lanjut serta meminta kepada BPJS Kesehatan secepatnya memperbaiki sistem pengelolaan agar tidak menimbulkan moral hazard.

Kesepakatan ini karena mempertimbangkan usulan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro guna mengubah cadangan pembiayaan Rp 1,54 triliun menjadi pembiayaan supaya pemerintah bisa memberikan uang tunai sebesar angka tersebut supaya menjaga kelangsungan pelayanan dari BPJS Kesehatan.

Melihat perkembangan hari ini, terjadi gangguan arus likuiditas pada BPJS Kesehatan karena minat yang sangat tinggi terutama dari sektor mandiri, yakni pekerja dengan upah dan pekerja bukan penerima upah. Jadi dana ini bisa menjaga tingkat kesehatan dari dana jaminan kesehatan dan ketersediaan dana likuid untuk membayar klaim.

Sementara itu, Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengungkapkan, aset netto dari program JKN minus 5,8 triliun. Maka suntikan Rp1,54 triliun aset akan sedikit membaik, meski masih minus Rp4,31 triliun. Dan ternyata dana tersebut sebenarnya hanya mampu untuk menyelamatkan BPJS Kesehatan hingga bulan Desember 2015.

Sumber : smeaker.com

Leave a Reply

You Might Also Like